ALDI ALFA FAROQI Banyak Belajar Masalah Sosial Selama Bertugas di Paser

865

Mantan Kasat Reskrim Polres Paser AKP Aldi Alfa Faroqi mengaku banyak mendapat ilmu dan pelajaran selama bertugas terutama terkait penanganan permasalahan sosial yang pernah ditanganinya. Dan ia mengaku, hampir 60 persen permasalahan yang ditangani selama bertugas di reserse kriminal adalah permasalahan sosial.  AKP Aldi Alfa Faroqi, meninggalkan Polres Paser untuk mengemban tugas baru sebagai Paur Subbagmun Jab Bagbinkar RO SDM Polda Kaltim, berdasarkan keputusan Kapolda Kaltim nomor KEP/143/III/2017. Hal ini ditandai dengan adanya acara serah terima yang dipimpin langsung oleh Kapolres Paser AKBP Dudy Iskandar, di Mapolres Paser Kamis (6/4).

SUSIANTO

KETUA PWI PERWAKILAN PASER

Lulusan Akademi Polisi 2006 ini, saat berbincang dengan penulis, mengaku pengalaman kerja mengatasi konflik sosial yang didapat di Paser tidak ia dapatkan saat ia bertugas di Bali, sebagai Kanit Reskrim di sejmulah polsek, di Polres Badung Bali sejak 2008 hingga 2013. Meski demikian ia mengapresiasi dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Paser yang telah memberikan kontribusi besar selama ia menjalankan tugas sebagai Kasat Reskrim di Polres Paser.

Menurut pria yang mengawali karir polisi sebagai Kepala SPK Polres Badung, Polda Bali 2007 silam itu, sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap selain karena kerja keras jajaran Opsnal Reskrim, juga sinergi yang baik antara masyarakat dengan polisi. Ada beberapa kasus menonjol yang memaksanya untuk mencurahkan seluruh tenaga, dan pikirannya agar bisa terungkap.

Disebutkan pria kelahiran Batam 32 tahun silam itu, sejumlah kasus pembunuhan yang berhasil diungkap berkat kerja keras dan kesabaran personil Opsnal Reskrim Polres Paser selama ia pimpin, seperti Kasus Pembunuhan Pantai Keke, Kuaro, kasus pembunuhan Pinang Jatus, Kasus pembunuhan Gang Bersama, pembunuhan di Desa Busui, dan pembunuhan di Cafe perdana.

Dimana hampir seluruh kasus menonjol yang ditanganinya, semua terungkap dan telah masuk dalam proses persidangan, selain kasus pembunuhan pengungkapan kasus pidana khusus seperti tindak pidana pencucian uang PT. Samindo, korupsi pembangunan rumah layak huni, korupsi setoran PNPM Tanjung Harapan.

Tindak pidana pencurian Tandan Buah Segar (TBS) yang terjadi di sejumlah perusahaan kebun yang beroperasi di sejumlah kecamatan dan kasus Curanmor yang marak dalam satu tahun terakhir juga sempat menguras tenga dan pikirannya, namun sinergi yang solid antara Polsek dan Polres, tindak pidana pencurian TBS dan kasus curanmor berhasil diungkap cukup signifikan.

“Salah satu kasus yang sempat menjadi perhatian adalah penjualan kulit hewan dilindungi dan pengungkapan kasus kapal tenggelam di perairan tanjung harapan yang mengakibatkan korban meninggal, juga telah selesai masa persidangannya,”kenang Aldi Alfa.

Suami Esti Lugina itu, mengaku bersukur selama lima tahun berkeluarga, baru saat bertugas di Paser ia dipercaya untuk diberi momongan oleh Allah SWT.  Dan ia mengaku selama bertugas di Paser dibawah kepemimpinan empat Kapolres Paser (AKBP Irwan, AKPB Anggie Yulianto Putro, AKP Christian Torry dan AKBP Hendra Kurniawan), memberi warga tersendiri bagi karirnya selama bertugas sebagai Kasat Reskrim.

Selama menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri, ia berfilosofi, Menilai seseorang janganlah melihat satu atau dua keburukannya, tapi lihat lah juga satu atau dua kebaikannya, karena siapa tahu satu kebaikannya bisa menghapus keburukan seseorang.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.