Polres Paser Catatkan diri Pengungkapan Kasus Illegal Logging tertinggi di Kaltim

279

TANA PASER,pwipaser.com – Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Paser berhasil lampaui target pengungkapan Kasus Illegal logging di wilayah hukum Polres Paser. Satuan reskrim Polres Paser berhasil mengungkap lima kasus pembalakan liar, pengungkapan ini melebihi target yang dipasang oleh Polda Kaltim dalam satu semester, yakni 4 kasus. Bahkan dengan lima pengungkapan kasus pembalakan liar ini Polres Paser nangkring diurutan pertama di tingkat Polres se Polda Kaltim dalam semester pertama di 2019.

Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra melalui Kasatreskrim Polres Paser AKP Rido Dolly Kristian didampingi Kanit Tipiter Polres Paser, Ipda Yohn Mabel mengaku pengungkapan kasus pembalakan liar yang telah dilakukan merupakan upaya Polres Paser, menjaga Kelestarian Cagar Alam yang didalamnya masih terdapat potensi kayu memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Keberhasilan pengungkapan ini berkat sinergi yang baik antara KPHP Kandilo dengan polres Paser dalam menindak para pelaku pembalakan liar di kawasan cagar alam, 5 kasus yang berhasil diungkap sepanjang Januari – Maret 2019, beberapa diantaranya prosesnya sudah tahap dua. Dan sisanya menyusul karena masih dalam proses melengkapi berkas,”ungkap Rido kepada pwipaser.com.

 “Dari 5 kasus tersebut, 3 Berkas kasus yang sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Paser untuk proses hukum lebih lanjut, adalah berkas kasus pembalakan liar di kawasan Cagar Alam yang melibatkan 3 orang berinisial BR, MA, dan PR untuk diproses hukum selanjutnya,”ungkap Rido diamini Mabel.

Ditambahkan Ipda Mabel barang bukti yang berhasil diamankan dari kasus ini diantaranya 6 truk dan satu unit kapal laut, dimana unit-unit tersebut disita sebagai barang bukti mengangkut ratusan kubik kayu yang diduga berasal dari kawasan CA.

“Karena perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 83 jo Pasal 88 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013, tentang Pencegahan, Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara,”tutup Yohn Mabel.

Kasat Reskrim Rido kembali menambahkan himbauan agar masyarakat bisa dan dapat lebih peduli untuk menjaga keutuhan dan kelestarian cagar alam dan peran serta dari instansi terkait secara maksimal sangat diharapkan. (PWI 01)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.