Pemilu 2019, PKB Paser Klaim Raih Enam Kursi 

300

TANA PASER,pwipaser.com – Dinamika pemilihan umum 2019, di Kabupaten Paser  membawa perubahan signifikan terhadap struktur perolehan suara Partai Politik. Hal ini otomatis akan merubah peta Politik Kabupaten Paser lima tahun kedepan. Sejumlah partai mulai meninggalkan pola-pola konvensional dalam menginput data formulir C1 untuk memastikan perolehan suara partai pada 17 April 2019.

Partai-partai besar seperti Golkar, Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan bersaing ketat mendulang suara rakyat Paser untuk mendudukkan kadernya di Kursi Parlemen Gajah Mada (baca DPRD Paser, red). Namun kejutan justru terjadi pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Paser, berdasarkan hasil hitung cepat yang berdasarkan foto dan scan formulir  C1 atau formulir pencatatan hasil penghitungan suara masing-masing TPS, partai bernuasa islam ini mengklaim berhasil mendudukkan 6 kadernya yang diperoleh dari empat Daerah Pemilihan (Dapil).

Meski perhitungan suara masih berjalan di Komisi Pemilihan Umum, namun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Paser mengaku telah mengetahui hasilnya melalui hitung cepat yang dilakukan di internal Partai. Hal ini diungkapkan Ketua Lembaga Pemenangan Partai DPC PKB Paser Hendra Wahyudi didampingi Sekretaris DPC PKB Paser Zulfikar Yusliskatin, saat berbincang di sekretariat PKB Paser Jalan A. Yani, Tanah Grogot belum lama ini (21/4).

“Dari form C1 yang masuk dari para saksi disetiap TPS, yang ada di empat daerah pemilihan (Dapil), kami (PKB) yakin dan optimis mampu mencapai target yang telah ditetapkan bersama yakni 6 kursi di DPRD Paser,”ujar Indra diamini Zulfikar.

Zulfikar menambahkan pihaknya meminta setiap saksi yang bertugas di TPS, selain mengirim C1 juga diwajibkan untuk mengirim foto Formulir C1 Plano atau formulir pencatatan hasil penghitungan suara masing-masing TPS pada rapat pleno ditingkat PPK, untuk memudahkan pihaknya menguji hasil penghitungan suara yang tertuang dalam Formulir C1. Kalau terjadi perbedaan, bisa dilihat buktinya.

“Formulir C1 dijadikan sebagai pembanding saja karena yang utama adalah C1 yang asli dimana masing-masing saksi mendapatkannya  di masing-masing TPS. Jika terjadi manipulasi maka nanti terkoreksi. Pengiriman data scan Formulir C1 dari seluruh dapil masih terus diinput sampai saat ini,”ungkap Zulfikar. (Adv/PWI 01)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.