PMII Tolak People Power ,Ajak Masyarakat Tunggu Hasil Resmi KPU

528

TANA PASER,pwipaser.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Paser menolak adanya seruan Amien Rais tentang ‘People Power’. Sebab, PMII menilai proses demokrasi sudah baik bahkan akan mencederai spirit demokrasi yang sudah sesuai konstitusi. Karena PMII menilai agenda yang sudah diserukan sejak awal April 2019 tidak bisa terlaksana. Sebab, proses demokrasi sudah baik bahkan akan mencederai spirit demokrasi yang sudah sesuai konstitusi.

”Proses demokrasi saat ini berjalan sangat lancar. Serta pada pemilu tahun ini, telah sesuai yang dicita-citakan Di mana tingkat partisipasi demokrasi telah mencapai 80,90 persen. Hal ini meningkat dari tahun 2014. Di bandingkan jika dibandingkan pada 2014 yang hanya mencapai 70 persen. Bahkan, jumlah tersebut melampaui target partipasi pemilu sekitar 77,5 persen,”ungkap ketua PMII Kabupaten Paser Ahmad Syaukani, kemarin.

Menurut syaukani, sikap PMII ini sudah dinyatakan secara resmi oleh Ketua PKC PMII Kaltimra, Panji Sukma Nugraha Senin malam (23/4/2019) melalui press relesnya. PMII Kabupaten Paser mendukung penuh sikap yang diambil PKC PMII Kaltimra itu.

Lebih lanjut Syaukani mengungkapkan pihaknya mengajak kepada masyarakat Kabupaten Paser untuk tenang. Tidak tersulut untuk melakukan sejumlah kegiatan yang membuat resah.

“Seluruh sengketa kepemiluan telah disediakan perangkat penyelesaiannya oleh negara, yakni melalui Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) hingga Mahkamah Konstitusi (MK). untuk itu kami mengajak masyarakat untuk menunggu hasil akhir dari KPU pada 22 Mei 2019, mendatang,”ungkap Syaukani.

Seadainya masih ada hal-hal yang tidak sesuai bisa dibawa ke jalur hukum, lanjut Syaukani Sebab, Indonesia adalah negara hukum. Silahkan laporkan kepada pihak berwajib dan bawaslu untuk menyelesaikan hal tersebut. “Untuk itu kami dari PMII Paser sekali lagi mengajak agar tetap tenang dan menunggu hasil yang real dari KPU”, pungkas Syaukani. (PWI 01)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.