Puluhan Gram Sabu-sabu dan Obat Keras dimusnahkan Kejaksaan Paser

251

TANA PASER –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum (pidum) yang telah memiliki kekuatan hukum tetap, seperti narkotika jenis sabu seberat 23, gram lebih 259 butir obat-obatan terlarang, 54 telepon selular, 6 bilah sajam jenis Badik, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Kegiatan pemusnahan barang bukti yang dilakukan di halaman Kantor Kejari Paser itu disaksikan dan dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Paser Muhammad Syarif, Perwakilan Polres Paser, perwakilan Pengadilan Negeri Tanah Grogot, serta jajaran Kejari Paser.

“Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari kasus atau perkara tindak pidana yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Pemusnahan ini merupakan bentuk transparansi kami (kejari) agar bisa diketahui masyarakat secara luas, kalau kejaksaan serius dalam menangani perkara,” beber Muhammad Syarif, SH, MH didampingi Kasi Pidum Kejari Paser, M Mahdy di sela kegiatan pemusnahan barang bukti, Senin (22/4).

Untuk saat ini kasus menonjol yang ditangani selain narkoba jenis sabu-sabu adalah perkara obat keras yang ada beberapa jenis obat keras yang masuk kategori narkoba dan dikenakan UU Narkotika, seperti obat keras jenis Zenith. Dan kasus narkotika dikabupaten Paser menjadi atensi khusus pihaknya masih masih menjadi perkara dominan yang ditangani.

“Menjadi atensi Khusus karena semakin banyak perkara yang ditangani bukan berarti keberhasilan melainkan kegagalan semua pihak termasuk pihak kejaksaan dalam hal melakukan pencegahan, dalam hal pencegahan pihaknya telah berkoordinasi dengan BNK dan Kepolisian,”tutur Mahdy.

Ditanya barang bukti yang dimusnahkan ini berasal dari berapa kasus atau perkara, Kasi Pidum Mahdy menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 42 perkara dari tindak pidana narkoba jenis sabu-sabu, 3 perkara dari kasus kepemilikan sajam, pembunuhan 2 perkara, pencurian 4 perkara, penganiayaan lima perkara, satu perkara, kasus perlindungan anak, 2 perkara Minyak dan gas bumi, Pemerkosaan 1 perkara, dan kekerasan dalam rumah tangga satu perkara.

Terkait kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sambung Mahdy, pihaknya tegas dalam menuntut para pelaku narkoba, hal ini dilakukan dengan harapan mampu memberikan efek jera kepada para pelakunya.

 “Semua barang bukti yang dimusnahkan berasal dari perkara yang telah berkekuatan hukum tetap periode Januari sampai dengan April 2019,” pungkas Mahdy. (PWI 01)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.