Sejarah Singkat Pembentukan PWI Perwakilan Paser

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) adalah organisasi (profesi) wartawan pertama yang berdiri di Indonesia, dan organisasi wartawan tertua di indonesia ini terbentuk sejak 2007, di Kabupaten Paser.

Sebelum berdiri sebagai bagian dari PWI Cabang Kaltim, PWI Perwakilan Kabupaten Paser dirintis oleh Muhammad Yusuf dan H. Nurdin dengan masuk dan menjadi anggota PWI Cabang Kaltim, ditahun 2001 silam.
Sejumlah kegiatan untuk mengenalkan dunia jurnalistik dan merekrut wartawan dan penulis dalam upaya membentuk PWI Perwakilan Paser, kedua orang ini menggelar sejumlah Pelatihan Jurnalistik, bahkan pada 2003 silam dengan dukungan Bupati Paser yang saat itu dijabat Yusriansyah Syarkawi, Media umum Suara Paser menjadi penggagas dilaksanakannya Pelatihan Jurnalistik se Kaltim.
Satu tahun sebelum terbentuknya PWI Perwakilan Kabupaten Paser, Muhammad Yusuf, dan H. Nurdin dengan dibantu Susianto, merintis pembentukan dengan melakukan koordinasi yang intens ke PWI Cabang Kaltim. Akhirnya, kerja keras tiga orang ini, berhasil memenuhi persyaratan yang diajukan oleh PWI Cabang untuk membentuk PWI Perwakilan di Bumi Daya Taka.
18 September 2007 menjadi hari bersejarah bagi anggota PWI yang berasal dari Paser, karena pada tanggal itu PWI Perwakilan Paser resmi terbentuk dan dikukuhkan oleh pengurus Cabang PWI Kaltim, dengan masa bhakti 2007 – 2010 dengan Komposisi, Ketua Muhammad Yusuf, Sekretaris H. Nurdin, dan Bendahara Jono Simatupang. Periode selanjutnya 2010 – 2013 komposisi berubah, Ketua dijabat oleh H. Nurdin, Sekretaris, Abustan Paweri dan Bendahara Agus Salim, Nurdin masih dipercaya menjadi Ketua PWI Perwakilan Paser periode 2013 – 2016, dengan sekretaris Abustan Paweri, Bendahara Ahmad Zuamri.
Itulah sejarah singkat pembentukan PWI Perwakilan Kabupaten Paser, yang berhasil dibentuk karena dilandasi semangat dan cita-cita jurnalis yang ada di Kabupaten Paser, dan penghargaan serta apresiasi dberikan kepada Muhammad Yusuf (menjadi Pemred Tabloid Paser Post saat itu), H. Nurdin (Selaku Penggagas Tabloid Suara Paser) dan Susianto ( yang saat itu masih bekerja di Media Umum Info Kaltim). (Admin)